Kepada pengunjung blog RPSA yang ingin berdiskusi atau mempunyai tema yang menarik untuk diskusi, dipersilahkan untuk mengirim tulisannya di ruang ini.
Kamis, 20 September 2007
Minggu, 16 September 2007
Aswad alias Sanin
Sekali lagi RPSA berhasil mempertemukan seorang anak bernama Aswad yang telah berpisah dengan keluarganya sejak 18 maret 2007. Aswad adalah nama pemberian dari pegawai RPSA karena pada saat datang pertama kali anak ini sama sekali tidak bisa berkomunikasi dengan kami para pegawai RPSA karena anak ini adalah anak tuna rungu wicara, sehingga kami memberikan nama panggilan Aswad kerena kulitnya yang hitam tapi manis seperti halnya batu hajar Aswad yang hitam tapi mempunyai kekuatan yang luar biasa.
Selama 6 bulan berada di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Aswad menunjukan perilaku yang sangat baik, semangatnya untuk belajar sangatlah tinggi. Setiap kali ada pengisian waktu luang untuk anak - anak yang belum sekolah Aswad adalah anak yang paling bersemangat mengikuti kegiatan ini. Kegiatan pengisian waktu luang ini di isi dengan mengambar, mengunting, melipat, dan masih banyak kegiatan lainnya. Hasil belajarnya pun di nilai cukup bagus bahkan tidak kalah bagus dengan anak - anak normal lainnya, bahkan ketika di adakan acara peresmian gedung RPSA yang baru sekaligus pentas seni peringatan hari kemerdekaan RI ke 62 tanggal 17 Agustus 2007 kemarin Aswad dengan segala kekurangannya mampu menunjukan kelebihannya dengan memberikan suguhan tarian modern yang berjudul " menanam jagung". Aswad dengan 3 orang teman lainnya mampu membuat para penonton tersenyum, terhibur dan memberikan tepuk tangan tanda kekaguman.
Tanggal 17 September 2007 Aswad bertemu dengan keluarganya, pertemuan ini sangat mengharukan, tangis seorang ibu yang sangat merindukan anaknyapun tak bisa di elakkan lagi begitu juga dengan ayah yang selama ini telah dengan segala usaha dan upaya mencari keberadaan buah hatinya. Pencarian itu melibatkan seluruh keluarga besar Saini (ayahAswad) dan juga seluruh warga kampung karang tengah tempat tinggal keluarga Aswad. Walaupun bukan dari keluarga yang kaya tapi keharmonisan keluarga ini sangat jelas terlihat, kebahagian yang tidak bisa di tutupi oleh pasangan Saini dan Saijah kedua orang tua Aswad alias Sanin, begitupula dengan Aswad alias Sanin ini tak mau lepas dari pelukan ayah tercintanya. Pertemuan ini tak lepas dari usaha para pegawai RPSA yang bekerja sama dengan stasiun tv lokal (RCTI) untuk menayangkan berita tentang anak yang terpisah dengan orang tuanya, setelah melihat tanyangan berita ini keluarga Saini tidak memerlukan waktu yang lama untuk kemudian berhasil mengubungi pihak Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) dan untuk selanjutnya kami dari pihak RPSA melakukan serah terima atas pengasuhan anak ini kepada orang tua kandungnya.
Sungguh berkah di bulan yang suci ini sangat kami rasakan dalam waktu 2 minggu pihak RPSA telah berhasil mempertemukan 2 keluarga yang telah berpisah dengan anaknya yang pertama Dewi alias Melyaningsih anak berusia 4 th yang juga telah kembali ke pangkuan orang tuanya, sekarang Aswad alias Sanin 10 th telah kembali pula dengan orang tua kandungnya. Untuk itu di himbau untuk seluruh orang tua terutama yang masih mempunyai anak yang masih kecil untuk memberikan pengawasan yang ekstra agar anak tidak terpisah dengan keluarga,karena anak adalah titipan tuhan marilah kita jaga dengan baik dan kita rawat dengan baik sesuai dengan hak - hak anak untuk memperoleh perlindungan, kasih sayang dan pemenuhan kebutuhan lainnya.
Selama 6 bulan berada di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Aswad menunjukan perilaku yang sangat baik, semangatnya untuk belajar sangatlah tinggi. Setiap kali ada pengisian waktu luang untuk anak - anak yang belum sekolah Aswad adalah anak yang paling bersemangat mengikuti kegiatan ini. Kegiatan pengisian waktu luang ini di isi dengan mengambar, mengunting, melipat, dan masih banyak kegiatan lainnya. Hasil belajarnya pun di nilai cukup bagus bahkan tidak kalah bagus dengan anak - anak normal lainnya, bahkan ketika di adakan acara peresmian gedung RPSA yang baru sekaligus pentas seni peringatan hari kemerdekaan RI ke 62 tanggal 17 Agustus 2007 kemarin Aswad dengan segala kekurangannya mampu menunjukan kelebihannya dengan memberikan suguhan tarian modern yang berjudul " menanam jagung". Aswad dengan 3 orang teman lainnya mampu membuat para penonton tersenyum, terhibur dan memberikan tepuk tangan tanda kekaguman.
Tanggal 17 September 2007 Aswad bertemu dengan keluarganya, pertemuan ini sangat mengharukan, tangis seorang ibu yang sangat merindukan anaknyapun tak bisa di elakkan lagi begitu juga dengan ayah yang selama ini telah dengan segala usaha dan upaya mencari keberadaan buah hatinya. Pencarian itu melibatkan seluruh keluarga besar Saini (ayahAswad) dan juga seluruh warga kampung karang tengah tempat tinggal keluarga Aswad. Walaupun bukan dari keluarga yang kaya tapi keharmonisan keluarga ini sangat jelas terlihat, kebahagian yang tidak bisa di tutupi oleh pasangan Saini dan Saijah kedua orang tua Aswad alias Sanin, begitupula dengan Aswad alias Sanin ini tak mau lepas dari pelukan ayah tercintanya. Pertemuan ini tak lepas dari usaha para pegawai RPSA yang bekerja sama dengan stasiun tv lokal (RCTI) untuk menayangkan berita tentang anak yang terpisah dengan orang tuanya, setelah melihat tanyangan berita ini keluarga Saini tidak memerlukan waktu yang lama untuk kemudian berhasil mengubungi pihak Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) dan untuk selanjutnya kami dari pihak RPSA melakukan serah terima atas pengasuhan anak ini kepada orang tua kandungnya.
Sungguh berkah di bulan yang suci ini sangat kami rasakan dalam waktu 2 minggu pihak RPSA telah berhasil mempertemukan 2 keluarga yang telah berpisah dengan anaknya yang pertama Dewi alias Melyaningsih anak berusia 4 th yang juga telah kembali ke pangkuan orang tuanya, sekarang Aswad alias Sanin 10 th telah kembali pula dengan orang tua kandungnya. Untuk itu di himbau untuk seluruh orang tua terutama yang masih mempunyai anak yang masih kecil untuk memberikan pengawasan yang ekstra agar anak tidak terpisah dengan keluarga,karena anak adalah titipan tuhan marilah kita jaga dengan baik dan kita rawat dengan baik sesuai dengan hak - hak anak untuk memperoleh perlindungan, kasih sayang dan pemenuhan kebutuhan lainnya.
Label:
RPSA IN ACTION
Selasa, 11 September 2007
melyaningsih telah kembali
Selasa 11 September 2007 jam 08.30 wib Bpk. M Nurul huda salah seorang PNS di RPSA bambu apus memperoleh informasi mengenai kasus penculikan seorang anak bernama Melyaningsih di harian Warta Kota. Harian tersebut menyebutkan bahwa telah terjadi penculikan terhadap seorang anak bernama Melyaningsih ( 4th ) putri dari pasangan M Melodi Nur dan Erna di wilayah Depok, sejak Januari 2007. Di harian ini sebutkan bahwa pelaku penculikan yang bernama Suprihati telah tertangkap namun sang anak tidak bersamanya. Menurut pengakuan pelaku, Mely sudah tidak bersamanya sejak Juli 2007. Mely tertinggal di metro mini saat mereka sedang mengamen. Berita ini menarik perhatian seluruh pegawai di RPSA karena berita tersebut ada kemiripan dengan kasus salah seorang anak yang mendapat pelayanan di RPSA yang bernama Dewi, hal ini di dukung oleh foto yang terpampang di harian tersebut yang mirip dengan wajah Dewi. Sehari sebelumnya ibu Lusiana Puji Astuti salah seorang PNS di RPSA bambu apus juga telah melihat berita yang sama di sebuah televisi swasta ( metro tv ). Akhirnya di sepakati untuk melakukan penelusuran ke Polres Depok.
pada jam 11.00 wib beberapa orang pegawai RPSA mendatangi kantor Polres Depok dengan membawa serta Dewi. setelah menunggu beberapa menit akhirnya pegawai RPSA di minta menghubungi bagian Reskrim karena kasus tersebut telah di tangani oleh tim khusus. Di sana Dewi dipertemukan dengan pelaku penculikan dan pelaku membenarkan bahwa anak tersebut adalah benar melyaningsih yang telah diculiknya dan yang di cari oleh polisi selama ini. Untuk memperoleh kepastian informasi tersebut, polisi mendatangkan keluarga (bapak,ibu,dan ke 2 kakak Mely).
Saat bertemu dengan Ayahnya Mely menangis dan menolak untuk di gendong oleh ayahnya karena dia sudah tidak mengenalinya lagi. Bapak Melodi Nur meyakini bahwa anak tersebut adalah Melyaningsih anak yang telah di carinya selama ini. Ternyata anak yang di kenal dengan nama Dewi di RPSA itu adalah Melyaningsih. Dewi Alphabet adalah nama yang di berikan oleh Suprihati (pelaku penculikan). Setelah melakukan proses BAP dan penyerahan secara administrasi dari pihak RPSA terhadap pihak keluarga, Dewi alias Mely secara resmi di kembalikan kepada orang tuanya.
pada jam 11.00 wib beberapa orang pegawai RPSA mendatangi kantor Polres Depok dengan membawa serta Dewi. setelah menunggu beberapa menit akhirnya pegawai RPSA di minta menghubungi bagian Reskrim karena kasus tersebut telah di tangani oleh tim khusus. Di sana Dewi dipertemukan dengan pelaku penculikan dan pelaku membenarkan bahwa anak tersebut adalah benar melyaningsih yang telah diculiknya dan yang di cari oleh polisi selama ini. Untuk memperoleh kepastian informasi tersebut, polisi mendatangkan keluarga (bapak,ibu,dan ke 2 kakak Mely).
Saat bertemu dengan Ayahnya Mely menangis dan menolak untuk di gendong oleh ayahnya karena dia sudah tidak mengenalinya lagi. Bapak Melodi Nur meyakini bahwa anak tersebut adalah Melyaningsih anak yang telah di carinya selama ini. Ternyata anak yang di kenal dengan nama Dewi di RPSA itu adalah Melyaningsih. Dewi Alphabet adalah nama yang di berikan oleh Suprihati (pelaku penculikan). Setelah melakukan proses BAP dan penyerahan secara administrasi dari pihak RPSA terhadap pihak keluarga, Dewi alias Mely secara resmi di kembalikan kepada orang tuanya.
Label:
RPSA IN ACTION
Langganan:
Komentar (Atom)